Si Kecil Bebas Biang Keringat Berkat Lactacyd Baby

Siapa tak mengenal biang keringat? Bagi kita yang tinggal di negara beriklim tropis ini biang keringat memang sudah tak asing lagi. Biang keringat merupakan ruam kecil berwarna merah yang biasanya menonjol dan menyebabkan gatal-gatal dengan sensasi menyengat pada kulit. Bukan hanya diderita oleh bayi saja, orang yang sudah dewasa pun dapat terkena biang keringat.

Terabhita, anak perempuan saya yang saat ini berumur 4 tahun juga pernah merasakan gatal-gatal khas biang keringat. Terakhir Terabhita mengalami gatal-gatal tersebut tepat setahun yang lalu pada saat libur lebaran. Terabhita waktu itu saya ajak jalan-jalan ke Bogor. Mungkin karena tidak cocok dengan cuacanya saat itu yang lembab dan panas, alhasil kulit Terabhita keluar bintik-bintik merah dimulai dari bagian leher hingga menjalar ke punggung. Semalaman tidak bisa tidur dan merengek karena gatal. Malang memang waktu itu saya kelupaan membawa sabun ekstrak susu anti bakteri andalan keluarga. Sabun dengan ekstrak susu? Apakah itu? Sebelum membahas lebih jelas tentang sabun yang saya maksud, saya ingin membahas tentang biang keringat terlebih dahulu.

1. Miliaria Kristalina

Sesuai namanya jenis biang keringat ini berisi cairan jernih seperti kristal. Jenis biang keringat ini merupakan yang paling ringan. Hanya mempengaruhi saluran keringat di lapisan kulit teratas. Biasanya tidak gatal dan tidak terasa sakit. Lebih sering terjadi pada bayi dibandingkan dengan orang dewasa.

2. Miliaria Rubra

Biang keringat yang paling sering ditemukan. Terjadi pada lapisan kulit bagian tengah. Terasa gatal dan menyengat akibat dari keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit. Jenis biang keringat inilah nampaknya yang menyerang Terabhita tahun lalu.

3. Miliaria Profunda

Nah kalau yang ini merupakan jenis biang keringat yang paling jarang ditemukan. Terjadi pada lapisan kulit paling dalam. Jarang ditemukan pada bayi tapi cenderung terjadi pada orang dewasa dengan aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat. Jenis biang keringat ini pernah diderita oleh suami saya sekitar 4 tahun yang lalu persis setelah Terabhita lahir. Mendadak di bagian pipi sebelah kanan suami saya muncul benjolan kecil yang kenyal dan sakit menyengat ketika disentuh. Setelah diperiksakan ke dokter diketahui bahwa benjolan tersebut disebabkan karena kelenjar keringat yang tersumbat dan harus dilakukan pembedahan kecil untuk mengangkatnya. Penyebabnya tidak lain tidak bukan adalah karena suami saya setiap hari pulang pergi ke kantor mengendarai sepeda motor dengan helm fullface dan terpapar sinar matahari terik khas Pulau Bali.

Pada umumnya memang biang keringat tidak memerlukan penanganan medis khusus. Kecuali untuk kasus suami saya di atas ya. Penanganan sederhana untuk penderita biang keringat adalah dinginkan kulit di dalam ruangan dan hindarkan dari paparan panas matahari secara langsung. Akan tetapi pada beberapa kasus dapat terjadi lebih parah dan berpotensi terjadi infeksi. Tanda-tanda infeksinya adalah sebagai berikut :

  • Keluar nanah dari ruam yang menonjol.
  • Meningkatnya rasa sakit.
  • Kelenjar getah bening pada ketiak atau selangkangan membengkak.
  • Disertai demam dan menggigil.

Meskipun tidak termasuk ke dalam penyakit berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis khusus tapi tidak ada salahnya jika kita berupaya untuk mencegah terjadinya biang keringat pada keluarga kita khususnya si kecil.

Hindari udara panas dan lembab

Paparan panas akan membuat tubuh si kecil mengeluarkan banyak keringat. Keringat tersebut dapat menyebabkan ruam-ruam merah pada tubuh mungilnya. Usahakan untuk sesering mungkin berteduh atau mencari tempat dingin agar terhindar dari panas.

Pilih pakaian dari serat alami

Pakaian yang terbuat dari serat sintetis akan lebih menyerap panas dan menyebabkan si kecil mengeluarkan banyak keringat. Maka dari itu pilihlah pakaian yang terbuat dari serat alami yang tidak mudah menyerap panas.

Jangan sering menggendong si kecil

Ketika si kecil digendong oleh ibunya dia akan menghadapi 2 sumber panas yaitu panas tubuh dia sendiri dan panas tubuh ibundanya. Apalagi jika digendong di musim panas. Oleh karena itu sebaiknya jangan sering-sering menggendong si kecil. Selain mencegah datangnya biang keringat, dengan tidak digendong akan membuat si kecil lebih leluasa dalam bereksplorasi.

Gunakan sabun pembersih untuk mencegah pertumbuhan bakteri

Hal ini penting untuk menjaga kulit sensitif si kecil dari bakteri penyebab biang keringat. Namun jangan sembarangan memilih sabun pembersih untuk si kecil ya Moms, karena kulit sensitif si kecil memiliki pH yang cenderung lebih tinggi dari kulit normal yaitu berkisar 6,6-7,5. Eh apa itu pH kulit? pH kulit adalah Potensial Hydrogen atau derajat keasaman pada kulit. Sifat asam ini terbentuk secara alami di kulit kita. Selain berfungsi menjaga kelembaban kulit, sifat asam ini juga menghambat pertumbuhan kuman, jamur dan bakteri. Derajat keasaman kulit ini ada 2 sifat, asam dan basa. Nilai pH lebih kecil dari 7 termasuk asam dan nilai pH di atas 7 termasuk basa. Sedangkan air sumur atau PAM yang kita gunakan cenderung memiliki pH antara 6,5-8,5 mengarah ke basa. Sehingga perlu diperhatikan sabun pembersih yang kita pilih agar dapat menjaga pH kulit si kecil. Lalu sabun pembersih yang seperti apakah yang memiliki pH yang sesuai untuk si kecil dan aman digunakan? Jawabannya adalah LACTACYD BABY pastinya.

Terabhita membeli Lactacyd Baby kemasan 60 ml yang praktis untuk dibawa mudik ke rumah eyang
Terabhita membeli Lactacyd Baby kemasan 60 ml yang praktis untuk dibawa mudik ke rumah eyang

Lactacyd Baby adalah salah satu produk dari PT sanofi-aventis Indonesia yang berbentuk sabun pembersih cair yang diformulasikan khusus untuk kulit si kecil. Oh ya Moms, bentuk pembersih cair atau likuid seperti ini dapat memberikan hidrasi kulit yang lebih baik dibanding menggunakan sabun batang atau air saja lho. Lactacyd Baby juga memiliki kandungan pH 3-4 yang dapat menetralkan pH air mandi yang bersifat basa sehingga air mandi yang sudah diberi Lactacyd Baby aman untuk menjaga pH kulit si kecil. Dengan Lactacyd Baby pH kulit si kecil akan terhindar dari pengaruh sifat air yang basa yang dapat menyebabkan kulit mudah terserang kuman dan bakteri.

Lactacyd Baby bukan obat ya Moms, tapi dapat juga digunakan untuk merawat kulit yang terkena ruam popok. Bersyukurnya saya, Terabhita dan Jasper jarang sekali terkena ruam popok ini. Padahal sampai sekarang Terabhita setiap tidur malam masih harus memakai popok. Maklum dia masih suka mengompol di usianya yang sudah genap 4 tahun.

lactacyd baby1

Bertempat tinggal di Bali dengan cuaca panas dan lembab yang berpotensi menyebabkan biang keringat membuat saya harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan kulit si kecil. Untuk menghindari biang keringat saya percayakan pada Lactacyd Baby ini. Biasanya saya mencampur sebanyak 3-4 sendok teh ke dalam bak mandi mereka. Dan juga setiap kali Terabhita dan Jasper berenang di kolam renang tiup kecil mereka.

Saya biasa membeli Lactacyd Baby di toko perlengkapan bayi di dekat rumah karena harganya lebih murah dibandingkan beli di apotik. Apalagi kalau kita sudah menjadi member toko perlengkapan bayi tersebut ya Moms, bisa-bisa dapat harga member yang didiskon kan? oops maaf naluri emak-emaknya muncul.

Kemasan Lactacyd Baby sendiri punya tiga ukuran dengan harga yang berbeda-beda tentunya. Kemasan kecil 60 ml praktis dan cocok untuk dibawa travelling, kemasan sedang berukuran 150 ml dan terakhir kemasan besar berukuran 230 ml yang cocok untuk digunakan di rumah. Berikut ini daftar harga Lactacyd Baby di tempat saya..hmm harga member tentunya ya Moms. hihi

  • Harga untuk kemasan 60 ml = Rp. 22.000,-
  • Harga untuk kemasan 150 ml = Rp. 54.000,-
  • Harga untuk kemasan 230 ml = Rp. 85.000,-

Mungkin harga di daerah Moms bisa berbeda ya, tapi tidak jauh dari harga di tempat saya.

lactacyd baby2

Komposisi Lactacyd Baby terdiri dari bahan-bahan alami dan tidak banyak mengandung detergent. Jadi jangan heran ya Moms kalau pada saat digunakan tidak banyak menghasilkan buih atau gelembung seperti sabun mandi pada umumnya.

Lactacyd Baby juga mengandung ekstrak susu, Lactic Acid dan Lactoserum. Bahan-bahan ini terbukti menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan. Selain itu, Lactacyd Baby juga diformulasikan khusus dengan pH yang sesuai agar tidak pedih di mata si kecil.

Komposisi selengkapnya dapat dibaca di bagian belakang kemasan Lactacyd Baby ya Moms. Ohya selain digunakan untuk bagian kulit tubuh si kecil, Lactacyd Baby juga dapat digunakan untuk mencuci muka dan untuk merawat kulit kepala. Jadi sabun ini multifungsi Moms, bisa digunakan sebagai sabun juga sebagai shampoo.

3

Cara menggunakan Lactacyd Baby cukup mudah. Cukup encerkan Lactacyd Baby 3-4 sendok teh (@5ml) dalam wadah mandi si kecil lalu gunakan pada tubuh si kecil. Lactacyd Baby juga dapat digunakan pada kulit kepala si kecil. Gosok dengan lembut dan dibilas. Ohya sebelum digunakan jangan lupa dikocok terlebih dahulu ya Moms.

abaikan coretan di temboknya ya Moms :D
abaikan coretan di temboknya ya Moms 😀

Lactacyd Baby memang sudah menjadi bagian dari rutinitas mandi Terabhita sehari-hari. Menginjak usia 4 tahun Terabhita semakin aktif dan penasaran ingin menuang Lactacyd Baby sendiri ke bak mandi. Tapi tenang Moms, kemasan Lactacyd Baby didesain aman dengan tutup fliptop yang tidak mudah dibuka oleh si kecil. Meskipun kalau saya sesekali mempersilahkan si kecil untuk mencoba menuang sendiri ke sendok takar dan kemudian ke bak mandi dengan terlebih dahulu saya bantu membukakannya. Hal ini hanya sekedar untuk mengobati rasa penasarannya.

tabhi lactacyd3

Terabhita termasuk anak yang aktif dan suka dengan aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat. Saat ini saja hobinya main skateboard di luar tidak peduli cuaca sedang panas maupun mendung. Tapi untungnya ada Lactacyd Baby yang setia menemaninya, sehingga dia terbebas dari biang keringat. Meskipun suka dengan aktivitas luar ruangan, Terabhita tidak akan betah tidur malam tanpa AC. Nah, menjaga suhu ruangan tidur juga sangat penting ya Moms untuk mencegah tumbuhnya biang keringat.

Terabhita memang sudah bukan bayi lagi Moms, tapi sampai sekarang masih rajin menggunakan Lactacyd Baby barengan dengan si adik Jasper. Saya belum menemukan produk lain selain Lactacyd Baby yang memiliki kualitas dan manfaat sebagus Lactacyd Baby ini.

Sekian tulisan saya tentang pengalaman menggunakan Lactacyd Baby untuk mencegah biang keringat pada si kecil. Semoga bermanfaat dan sehat selalu untuk si kecil ya Moms.

Tulisan ini saya ikut sertakan dalam Blog Competition #LactacydBaby. Moms juga bisa ikutan lho, infonya bisa dilihat selengkapnya disini. Untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang produk Lactacyd Baby ini Moms dapat mengaksesnya melalui Facebook Fanpage Lactacyd Baby disini. Selain mengulas tentang produk Lactacyd Baby di Fanpage tersebut juga terdapat banyak informasi dan tips menarik seputar perawatan kulit si kecil.

Sumber :

 Facebook Fanpage Lactacyd Baby
Freepik.com

Facebook Comments

No Comments

Post A Comment